Friday, January 15, 2010

Bangun Kota Dunia, Bangun Cyber City (2)

UNTUK mulai menuju cyber city, setiap fungsi kota harus diidentifikasi terlebih dulu, seperti mana tempat hunian, perkantoran, kota pendidikan, kota pelabuhan, dan lain-lain. Saat ini, pendefinisian fungsi kota sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melaluai Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah 2005-2015 Nomor 6 Tahun 2006. Makassar dibagi dalam 13 kawasan terpadu dan tujuh kawasan strategis.

Setelah mengindentifikasi fungsi kota, maka perlu diketahui apa saja layanan yang dibutuhkan publik. Jenis layanan publik pada kawasan pemukiman terpadu sedikit banyak akan memiliki perbedaan dengan jenis layanan publik pada kawasan bisnis global terpadu. Begitu pula pada kawasan pendidikan terpadu dan kawasan pariwisata terpadu. Ketepatan menentukan jenis pelayanan akan menentukan percepatan perkembangan kawasan tersebut.

Agar semua fungsi dan layanan publik tersebut dilaksanakan berbasis teknologi, menurut Dr Rhiza, ada empat komponen yang mesti disiapkan atau dibenahi. Keempat komponen itu adalah, hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), humanware (sumber daya manusia), dan organisasi atau kelembagaan.

Hardware adalah komputer, jaringan dan perangkat keras lainnya. Sedangkan software program komputer dan operating systemnya seperti Windows atau Linux. Sementara Humanware adalah orang yang akan menggunakan software dan hardware tersebut. Organisasi adalah sistem kerja.

Dari keempat komponen tersebut, hardware dan software mudah diperoleh. Asalkan punya dana cukup, hardware dan software bisa didapatkan karena bisa diproduksi dalam jumlah sangat banyak dan dalam waktu singkat. Sedangkan humanware sangat terbatas. Sehingga keberadaan humanware sangat berpengaruh terhadap empat komponen tersebut.

Karena itu, yang pertama harus dibenahi untuk mewujudkan cyber city adalah sisi manusianya. Aparat atau pegawai pelayan masyarakat harus diberi pembekalan tentang perangkat teknologi informasi. Caranya, meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan. Karena lembaga-lembaga inilah yang akan memproduksi humanware. Karena itulah saatnya lembaga-lembaga pendidikan di Kota Makassar didorong agar lebih cepat menerapkan layanan pendidikan berbasis teknologi informasi.(Bersambung)

0 comments:

  © Blogger template 'Portrait' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP