Kota Besar, Angkutan Massal (3)
JIKA tidak dibenahi dan dirancang ulang dengan baik, maka transportasi Kota Makassar bakal mengalami masalah yang berat. Prof Yamin, memperkirakan, jika penataan tidak segera dilakukan, kemungkinan tak sampai 50 tahun ke depan atau 10 kali pemilihan Wali Kota Makassar, laju kendaraan akan stagnan. Artinya, begitu kendaraan keluar dari garasi, langsung tidak bisa bergerak karena terjebak kemacetan.
Sebagai ilustrasi, 50 tahun ke depan terdapat 10.000 mobil yang bergerak secara bersamaan di Makassar. Satu mobil menghabiskan delapan meter per segi untuk parkir dan 10 meter persegi untuk bergerak. Maka, untuk parkir saja seluruh mobil membutuhkan ruang seluas 80 kilometer persegi. Sedangkan saat bergerak membutuhkan 100 kilometer persegi. Dalam 100 tahun mendatang, diperkirakan populasi mobil minimal bertambah 10 kali lipat.
Maka ruang yang dibutuhkan untuk parkir seluas 800 kilometer persegi dan untuk pergerakan seluas 1.000 ribu kilometer persegi. Padahal, luas Kota Makassar hanya 176,7 kilometer persegi. Maka jika pertumbuhan minimal 10 kali lipat dari populasi mobil saja saat ini, Makassar tidak mampu lagi menampung pergerakan kendaraan. Lalu lintas stagnan.
Karena itulah Makassar sudah membutuhkan ruang yang luar biasa lebarnya untuk pergerakan orang dan transportasi. Pemerintah Kota Makassar harus segera melakukan penataan jaringan transportasi, membangun infrastruktur transportasi, dan yang paling penting mengganti moda transportasi umum berukuran kecil menjadi berukuran besar bersifat massal.
Pengadaan bus rapid transit (BRT) atau yang lebih dikenal sebagai busway seperti yang diterapkan di Jakarta dan beberapa kota besar seperti Curritiba (Brasil) dan Bogota (Columbia) bisa menjadi alternatif solusi mengurangi dampak pesatnya pertumbuhan jumlah transportasi darat di kota ini. Busway, seperti dikaji oleh Pemerintah RI, relatif lebih murah dibandingkan subway (kereta bawah tanah) atau monorail (kereta yang berjalan di atas rel tunggal).
Penataan transportasi mutlak diperlukan sebagai basis menuju Makassar kota dunia tahun 2025. Sebagaimana kota-kota dunia, transportasi dan infrastrukturnya memegang peranan penting bagi pergerakan barang dan manusia. Tanpa penataan transportasi, Makassar akan sulit berkembang dan cenderung terjerumus dalam high cost city yang sama sekali tidak menarik.(*)
0 comments:
Post a Comment